You are here
Home > Uncategorized > Perbedaan Hijab Modern dan Syar’i bagian 2 (habis)

Perbedaan Hijab Modern dan Syar’i bagian 2 (habis)

Perbedaan Hijab Modern dan Syar’i bagian 2 (habis)

Ternyata khimar/ kerudung model beginian juga nggak boleh ya ukhti. Nah klo yang nggak seperti punduk unta itu ini ukhti:

Baca Juga : http://www.galleryaisyah.com/

Perbedaan Hijab Modern dan Syar’i bagian 2 (habis)“Penutup kepala” atau kerudung merupakan bagian dari hijab. Sebaliknya jilbab itu adalah  pakaian  yang  menutup seluruh tubuh. (hehe, ane baru tau kalo jilbab dan kerudung itu artinya beda) So, hijab syar’i  yang bener itu salah satu contohnya katanya sih yang seperti di gambar ini ukhti .

Ternyata berhijab itu nggak bisa sembarangan yah ukhti harus yang betul-betul menutup aurat. Sesuai dengan arti dari hijab itu sendiri yakni penghalang, yang berfungsi sebagai penghalang atau penutup keindahan–juga lekuk–tubuh wanita yang terlarang untuk di lihat oleh mereka yang bukan mahramnya. Termasuk kerudung atau khimarnya yang juga berfungsi sebagai penghalang atau penutup keindahan tubuh seorang wanita–dalam hal ini kepala dan rambut. Namun sayang banyak muslimah yang justru malah menghias kerudungnya dengan berbagai macam bentuk yang sesungguhnya bertentangan dengan syariat. Saudariku janganlah jadikan kerudungmu sebagai pengganti rambut yang biasa dijadikan media hias untuk memperindah diri. Jauhi fashion atau gaya hijab masa kini yang bertentangan dengan syariat, karena kerudung juga hijab wanita muslim adalah yang bersifat sederhana ya sista.

Duuuhh, kelihatannya ribet yah banyak peraturannya. Tapi kalau dilihatnya pakai mata hati terus dijalani dengan keikhlasan sepenuh hati sih sepertinya nggak bakal ribet deeehh. (woy, kate siape kagak ribet??) Yaaa kalau kata ane sih kayaknya  nggak ribet. Beeuuuhh, hehe

Hijab dalam islam adalah bentuk kecintaan Allah pada kaum hawa. Sebab hijab itu melindungi kehormatan si pemakainya. Percayalah bahwa apa yang Allah SWT perintahkan untuk kita adalah sebuah kebaikan. Kalo ragu coba deh lihat artikel-artikel disini, di dalamnya ada bukti-bukti bahwa semua yang Allah perintahkan itu semata-mata adalah untuk kebaikan hamba-Nya.

Kesederhanaan dalam berhijab juga merupakan sebuah ujian bagi seorang muslimah. Bisakah ia patuh pada perintah Allah semasa hidupnya di dunia. Perlu diingat bahwa kita hidup di dunia hanya sebentar.Dibandingkan dengan diakhirat nanti, di dunia umur kita mungkin hanya 63 tahun seperti umur Rasulullah, bisa juga kurang. Kalaupun lebih, apa mungkin umur kita bisa sampai seratus tahun. Bandingkan dengan hidup kita yang kelak di akhirat kita akan hidup lebih dari 100 tahun, 1000 tahun, atau 10.000 tahun, atau bahkan  SEMILYAR  tahun. Karena hidup kita di akhirat adalahSELAMA-LAMANYA. Tinggal kita pilih mau melanggar perintah Allah di dunia lalu masuk neraka atau patuh kepada aturan Allah kemudian hidup di surga untuk selama-lamanya.

Bagi yang masih belum berhijab dan ragu untuk berhijab secara istiqamah, apakah rasa “belum siap” yang membuat ukhti enggan untuk berhijab?  Padahal wajibnya berhijab /khimar sama halnya dengan wajibnya sholat lima waktu loh. Apakah jika kita tidak sholat lima waktu dengan alasan kita belum siap, akan mengugurkan kewajiban dan mengugurkan jatuhnya dosa? Siap atau tidak bagi seorang muslim yang sudah baligh sholat tetaplah wajib. Dan yang meninggalkannya akan mendapat dosa yang kelak akan dihisab di akhirat. Begitu juga dengan berhijab, siap atau tidak bagi muslimah yang sudah baligh hukumnya tetaplah wajib. Dan bagi muslimah yang tidak menjalankannya akan mendapatkan dosa, meski dengan alasan belum siap,apakah dengan ancaman dosa seperti hadist di atas masih kurang menyentuh hati ukhti. Ketika tiba masa hisab di akhirat kelak kita tidak bisa melakukan apa-apa selain amal kita didunia yang menolong kita. Ingat kita tidak pernah tau kapan kita mati. Jangan biarkan kita mati sedangkan kewajiban belum bisa kita tunaikan.

Setiap kewajiban memang sifatnya memaksa. Mau tidak mau, siap tidak siap jika itu perintahnya wajib maka kita harus menunaikannya. Tentu kita tidak mau terpeleset ke dalam jurang neraka. Ayolah ukhti, agar selamat di akhirat bukankah lebih baik kita dipaksa masuk surga atau memaksakan diri untuk masuk surga kan?

 

Tinggalkan Balasan

Top