You are here
Home > Uncategorized > Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat IniYang dimaksud dengan hijab adalah model pakaian wanita yang hukumnya wajib sesuai syari’at Islam saat bermu’amalah yang berarti bahwa ketika wanita hadir di tengah masyarakat dan melakukan interaksi sosial dengan pria bukan muhrim, wanita harus menutupi tubuhnya, tidak menampakkan atau memamerkan tubuhnya.

Baca Juga : http://www.galleryaisyah.com/

HIJAB SYAR’I (Sesuai Prosedur Syari’at Islam)

Hijab syar’i untuk seorang perempuan muslimah selagi keluar rumah adalah memakai pakaian gamis (baju panjang / baju kurung), setelah itu khimar (kerudung penutup kepala, leher, dan dada), dan kemudian jilbab (baju setelah gamis dan khimar yang menutup seluruh badan wanita). “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke juyub (celah-celah pakaian) mereka.” (Q.S. An-Nūr 24 : 31).

Berkata Ibn Katsir rahimahullah, “Khimar, nama lainnya adalah Al-Maqani’, yaitu kain yang memiliki ujung-ujung yang dijulurkan ke dada wanita, untuk menutupi dada dan payudaranya, hal ini dilakukan untuk menyelisihi syi’ar wanita jahiliyyah karena mereka tidak melakukan yang demikian, bahkan wanita jahiliyyah dahulu melewati para lelaki dalam keadaan terbuka dadanya, tidak tertutupi sesuatu, terkadang memperlihatkan lehernya dan ikatan-ikatan rambutnya, dan anting-anting yang ada di telinganya. Dan khumur ialah jama’ dari khimar, artinya apa-apa yang digunakan guna menutupi, maksudnya disini adalah yang digunakan untuk menutupi kepala, yang manusia menyebutnya adalah Al-Maqani’.” (Tafsir Ibnu Katsir 10/218)

Pengertian khimar di dalam surat An-Nūr ayat 31 adalah kain kerudung yang digunakan wanita untuk menutup kepala sehingga tertutup rambut, leher, anting-anting dan dada mereka. Sementara itu wajib bagi wanita muslimah mengenakan jilbab setelah mengenakan khimar ketika keluar rumah. ”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab 33 : 59)

Para ulama berbeda-beda dalam menerangkan jilbab, ada yang mengatakan sama dengan khimar, ada yang mengatakan lebih besar, dan lain-lain. Dan yang benar allahu a’lam, jilbab ialah pakaian setelah khimar, lebih besar dari khimar, dan menutupi seluruh badan wanita. Berkata Ibn Katsir rahimahullah, “Dan jilbab adalah pakaian di atas khimar.” (Tafsir Ibnu Katsir 11/252)

Syarat-syarat berhijab syar’i sesuai ketentuan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah sebagai berikut:

  1. Menutupi aurat dari atas kepala sampai di bawah mata kaki, kecuali bagian-bagian yang dikecualikan oleh syariat.
  2. Kerudung / khimar lebar dan menutupi dada.
  3. Jilbab luas dan longgar sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh dan anggota-anggota badan.
  4. Kain jilbab itu harus tebal (tidak tembus pandang), sehingga tidak menampakkan warna kulit atau yang lainnya.
  5. Tidak bersifat menghiasi tubuh sehingga menarik pandangan kaum laki-laki, karena tujuan hijab adalah untuk menutupi keindahan tubuh.
  6. Tidak menyerupai pakaian pria.
  7. Tidak menyerupai pakaian ahli kitab atau wanita kafir.
  8. Tidak menyolok dan menarik pandangan orang.
  9. Tidak memakai wangi-wangian yang tercium baunya.
  10. Berwarna gelap agar terhindar dari laki-laki Ajnabi (asing).

Bersambung

Article Source at https://momentumpedia.blogspot.com/2014/07/Hijab.Syar-i.html

Tinggalkan Balasan

Top