You are here
Home > Fiqih Wanita > Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini (Bagian 3) habis

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini (Bagian 3) habis

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini

PENYEBAB MUNCULNYA HIJAB BURUK

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini (Bagian 3) habis

  1. Kecenderungan batin. Sebagian wanita keluar rumah dengan mengenekana pakaian yang tidak pantas yang menunjukkan keinginan kuat mereka untuk memamerkan diri. Jika kehidupan, kepribadian dan kondisi batin mereka ini diperhatikan dengan baik, maka akan ditemukan bahwa di kedalaman jiwanya terdapat perasaan kekurangan yang terjelma dalam “hijab buruk”, memamerkan diri dan mencari perhatian orang lain. Kecenderungan lain semacam mencari kemudahan, merasa rendah diri – karena kasih sayang yang kurang atau malah berlebihan – dan putus asa merupakan faktor yang memperkuat kecenderungan berhijab buruk.
  2. Memamerkan diri dan mencari perhatian. Memamerkan diri merupakan salah satu karakteristik khusus wanita. Sesuai hukum alam, wanita selalu ingin merampas hati pria dan menawannya dalam cinta.
  3. Serangan kebudayaan. Para penyerang dari luar ini membuat sebagian orang merasa sangat minder di hadapan kemajuan materi dan industri Barat. Mereka akhirnya berusaha keras meniru budaya barat dalam segala hal agar tidak dinilai ketinggalan. Ada pula kelompok penyerang lain yang menghilangkan nilai-nilai Islami dan aturan-aturan Ilahi seperti hijab. Dengan memproduksi film-film porno, poster-poster dan foto-foto telanjang, mempublikasikan tulisan-tulisan tentang pakaian modern, berbagai model rambut, baju dan celana ketat dan lain sebagainya, mereka berusaha menggeser metode kehidupan Islami dan menggantikannya dengan kebudayaan asing. Saat itulah, yang dianggap sebagai kemajuan wanita adalah saat wanita menonjolkan dan memamerkan keindahan tubuhnya.
  4. Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya hijab.
  5. Rendahnya kecemburuan para suami. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Istri yang ke luar rumah dengan berhias dan memakai parfum, sedang suaminya ridha akan hal itu, maka setiap langkah sang istri akan disediakan sebuah rumah dari api untuk suaminya.”

DAMPAK NEGATIF HIJAB BURUK DI DUNIA

  1. Dimensi Pribadi, diantaranya kerusakan jiwa, penurunan akademis, pelecehan seksual, hancurnya nilai wanita, dan sarana terciptanya akhlak buruk.
  2. Dimensi Sosial, diantaranya menimbulkan pandangan tidak senonoh, menghilangkan ketenangan para pemuda, penyebab timbulnya berbagai peristiwa berbahaya, dan penurunan aktivitas sosial.
  3. Dimensi Keluarga, diantaranya hilangnya minat menikah dan meningkatnya angka perceraian.

Baca juga : http://www.galleryaisyah.com/

DAMPAK NEGATIF HIJAB BURUK DI AKHIRAT

Sayyidina Ali radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menangis manakala ia datang bersama Fatimah radhiyallahu ‘anha Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.

Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang tengah disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.”

Putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku melihat ada perempuan yang digantung-gantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku melihat perempuan yang digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku melihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku melihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku melihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulinya dengan pentungan dari api neraka.” kata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Fatimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anha kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. Perempuan yang digantung susunya adalah isteri yang “mengotori” tempat tidurnya. Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain. Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain, bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya. Perempuan yang diikat kedua kakinya dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub. Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suaminya.”

Mendengar hal itu, Sayyidina Ali dan Fatimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anhum pun turut menangis. (H.R. Bukhari dan Muslim)

 PENCEGAHAN HIJAB BURUK

Pencegahan lebih utama dari pengobatan demikian juga dalam “hijab buruk”, hendaklah kita lebih memperhatikan pencegahannya.

 

  1. Metode Pengetahuan, diantaranya menciptakan sarana dan prasarana pendidikan Islami, memberikan pandangan yang benar tentang hijab, memperkuat iman, dan memperkenalkan tokoh panutan.
  2. Metode Perilaku, diantaranya mengingatkan tentang hari kiamat, dan menyadarkan bahwa hijab adalah sebuah kewajiban.

 

PENGOBATAN HIJAB BURUK

 

Jika dengan metode pengetahuan yang telah disebutkan diatas tidak berpengaruh dalam mencegah “hijab buruk”, maka harus dilakukan pengobatan terhadap fenomena ini. Dalam proses ini, pengobatan dapat dilakukan melalui metode di bawah ini:

  1. Metode pengetahuan, menciptakan perubahan dalam pengetahuan dan pandangan individu serta memberikan pandangan yang benar tentang hijab.
  2. Metode kasih sayang, menarik perasaan individu sebagai salah satu metode pengobatan, seperti menasehati.
  3. Metode perilaku, terdiri dari metode mananam dan memanen, serta metode perubahan kondisi.

Metode menanam dan memanen. Memperhatikan anak-anak perempuannya adalah kewajiban orang tua. Orang tua harus mendorong anak-anak perempuannya agar mereka memiliki sifat-sifat mulia dan memakai hijab Islami. Ketika anak menunjukkan sikap positifnya, orang tua boleh memberikan hadiah indah yang sesuai dengan kebutuhan logis dan syar’i anak. Dengan demikian anak akan selalu terdorong untuk terus memakai hijab syar’i.

Metode mengubah kondisi. Anak perempuan diibaratkan sebagai bunga lembut dan rentan serangan hama sehingga membutuhkan perawatan tukang kebun dan anak perempuan juga memiliki ruh yang lembut. Orang tua sebagai pemegang amanah Allah, harus sekuat tenaga menjaga bunga-bunga kehidupannya. Jika orang tua merasa bahwa lingkungan sekolah, teman-teman anaknya tidak memiliki iffah, tidak memiliki rasa malu dan tidak berhijab, atau bahkan mereka menjadi pemicu kefasadan sang anak, maka orang tua harus mengganti sekolah sang anak. Orang tua harus mencarikan teman yang berhijab baik, bertakwa dan memiliki akhlak yang baik untuk anaknya.

Hijab Syar’i adalah Pakaian Paling Modis Sepanjang Masa Hingga Akhir Zaman !!!

Article Source at https://momentumpedia.blogspot.com/2014/07/Hijab.Syar-i.html

Tinggalkan Balasan

Top