You are here
Home > Uncategorized > Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini (Bagian 2)

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini (Bagian 2)

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini (Bagian 2)

HIJAB BURUK (Belum Sesuai Prosedur Syari’at Islam)

Hijab Syar’i Ataukah Hijab Buruk yang Anda Kenakan Saat Ini (Bagian 2)Hijab belum dipahami sebagaimana mestinya oleh orang Islam khususnya kaum muslimah. Pakaian yang sering dipakai adalah celana ketat, kemeja gantung atau kaos ketat, dan jilbab yang agak mini sehingga kalau tersibak angin, maka leher atau rambut akan jelas terlihat. Atau pakaian dan jilbab yang anda kenakan sudah menutupi seluruh tubuh, tetapi masih menggambarkan bentuk tubuh dengan jelas. Pakaian model ini lebih dikenal sebagai hijab gaul atau hijab modis. Mungkin si pemakai hijab ini belum mengerti mana batasan hijab yang sebenarnya atau bisa jadi ia tahu tapi tidak mau mengamalkannya dengan alasan tertentu.

Baca Juga : http://www.galleryaisyah.com/

Biasanya hijab gaul atau hijab modis ini oleh beberapa orang juga disebut sebagai “hijab toge” dimana “atasan kerudung bawahan warung”. Maksudnya adalah si pemakai hijab diibaratkan toge yang bagian kepalanya tertutup tapi bagian bawahnya telanjang. Sedangkan warung dimaksudkan bahwa bagian yang telanjang tersebut akan terkesan ditawarkan untuk dinikmati khalayak yang melihat seperti halnya barang dagangan yang ada di warung.

Ada juga yang menyebut JILBOOBS dimana fenomenanya dapat dilihat di sosial media maupun di sekitar kita. Jilboobs merupakan singkatan dari Jilbab Boobs (payudara). Sebutan ini muncul setelah banyak sekali wanita yang memadukan busana yang katanya modern dengan kerudung. Alasan klasiknya agar syar’i tapi tetap stylish. Kerudung masa sekarang kerap dipadukan dengan kaos ketat, leging atau jeans ketat, sehingga walaupun berkerudung tapi bagian dada ke bawah tetap terlihat dan membentuk lekukan tubuh karena ketatnya pakaian, leging atau jeans yang dipakai.

Hijab model ini pantas untuk disebut sebagai “hijab buruk” atau belum sesuai dengan prosedur karena belum memenuhi batasan hijab yang telah ditetapkan dalam syari’at Islam. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kerudung / khimar tidak menutupi dada.
  2. Menggunakan penutup kepala seperti punuk unta.
  3. Menggunakan penutup kepala dengan menampakkan bentuk leher.
  4. Rok (bawahan) kurang panjang.
  5. Pakaian ketat dan menampakkan bentuk tubuh.
  6. Menggunakan riasan make up yang tebal.
  7. Kesalahan-kesalahan lainnya yang terdapat dalam berhijab diantaranya yaitu tidak memakai kaos kaki, mengenakan blus yang pendek, memakai rok dengan belahan tinggi serta mengenakan jilbab yang terbuat dari bahan yang tipis / jarang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada 2 macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang di kepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian.” (H.R. Muslim)

 

Dari Ibn ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (H.R. Ahmad dan Abu Dawud)

Mereka yang berhijab buruk dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. Tidak mematuhi batasan hijab Islami. Sebenarnya mereka tidak menyukai ketelanjangan. Namun ketika imannya melemah dan mereka tidak bisa mencapai keinginannya lewat hijab, maka mereka akan mengabaikan batasan hijab yang telah ditetapkan oleh syari’at.
  2. Memakai pakaian yang menarik perhatian dari segi warna, model dan sebagainya. Sebagai pakaian Islami, hijab wanita memiliki dua aspek, positif dan negatif. Yang dimaksud dengan aspek positif adalah kewajiban menutupi tubuh, sedang aspek negatif adalah keharaman menampakkan tubuh di hadapan bukan muhrim. Kedua aspek ini harus selalu terwujud secara bersama-sama sehingga apa yang disebut dengan hijab syar’i dapat terwujud. Mungkin saja aspek pertama telah terpenuhi namun aspek kedua tidak, maka demikian dalam hal ini tidak dapat dikatakan bahwa hijab syar’i telah terwujud. Terkadang, kita menyaksikan wanita berhijab mengenakan pakaian sedemikian rupa yang memberikan keindahan khusus pada tubuhnya. Ketika pakaian itu menempel di tubuhnya maka keindahan tubuhnya semakin terlihat, malah seolah-olah ia tidak memakai pakaian sama sekali.
  3. Menampakkan perhiasan di wajah dan tangannya serta membiarkan riasannya dilihat oleh pria bukan muhrim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Apakah aku sudah memberitahukan wanita yang paling buruk kepada kalian? Wanita paling buruk adalah wanita yang berhias ketika ia berhadapan dengan bukan muhrim tetapi ketika berhadapan dengan suaminya, ia tidak berhias walaupun hanya riasan seadanya.”

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Top